Ini sedikit cerita saya yang tidak dapat lupakan, cerita ini di mulai saat saya mengetahui PERSIB bandung juara group dan akan melawan AREMA cronous sebagai runner up group nya di semi final, kemungkinan pertandingan saat itu akan di gelar di tempat netral, saya yang hanya pengangguran mempunyai ambisi besar dapat mendukung club kebanggan kami, waktu itu isi dompet hanya ada 250 itupun hasil saya berjualan makanan ringan di satu sekolah, saya terus mengumpulkan uang saya terus berusaha mendapatkan uang, apapun caranya asalkan itu halal, alhamdulilah dengan berjualan risol saya mampu mengumpulkan uang sebesar 350 walaupun itu besar dan sulit didaptkan bagi saya tapi niat saya tidak berkurang sedikitpun untung mendukung PERSIB BANDUNG kemanapun dia berada, saya masih menunggu dimana laga itu akan digelar, sambil mengumpulkan uang. akhirnya laga itu diputuskan di gelar di STD,JAKABARING Sriwijaya palembang, dan saya mencari info harga tour itu harga yang bagi saya tidak mudah, setelah mencari tahu ternyata untuk mengikuti atau mendukung persib saya harus membayar 250 itupun harus dari bandung saya memulai keberangkatan , sementara saya tinggal di sukabumi, saya tidak pikir panjang. bagi saya uang bukan segala untuk persib bandung saya akan usahakan, ini adalah panggilan batin, ketika semua orang sibuk mencari uang untuk hidup, saya sibuk mencari uang untuk mendukung nya, ketika semua orang sibuk mencari kebahagyaan, saya sibuk mencari ongkos untuk keberangkatan, ini bukan hura-hura ini bukan tentang fanatisme , tapi ini panggilan batiin. ini tentang rasa,perasaan,tentang sebuah kesenangan yang di dapatkan di dalam dunia yang orang lain tak mengerti, ini adalah dukungan dengan cinta, kecintaan ku terhadap persib bandung. ini bukan tentang fanatisme berlebihan tapi tentang cinta di dalamnya, tentang bagaimana kami memadukan air mata dengan senyuman.
waktu itu saya dengan 2 orang pejantan tangguh yang juga mencintai persib mereka yang juga sama seperti ku mencintainya dengan penuh perasaan, dia adalah aditya & bintang pelajar sekolah menengah atas di kota sukabumi ini adlah salah satu yang juga mencintai persib sama sepertiku, kami bertiga nekat pergi ke bandung, itupun tidak berbicara pada orang tua. dengan uang minim kami datang kami pergi dari sukabumi hanya bertiga tak pernah memikirkan bagaimana nanti disana bagaimana nati kita makan bagaimana kami bisa bertahan, yang kami pikirkan hanya 1 "PERSIB JUARA" kami menaiki bis menuju andung yang pada saat itu pendaftaran di tutup 5 jam lagi, kami berdoa, yang kami selipkan doa disana adalah keselamatan kami, dan kemenangan persib bandung. setelah sampai di bdg saya diantar oleh ketua komunitas kami, ricky octaviandi, dia adalah orang yang berjasa buat kami, dia memberikan baju, memberikan tempat menginap memberikan makan kami, sampai keberangkatanpun dia mengantar kami , waktu itu saya berada di bis 12 bis tersebut di mentori oleh bobotoh lembang bernama kukuh, berbadan tinggi berambut biru, selama perjalanan ke palembang kami masih aman, sampai di palembang pun kami aman pada saat itu ,hingga kami sampai di sebuah pemancingan di palembang , semua wajah para bobotoh penuh harap, penuh keyakinan, penuh cinta, cinta akan persib bandung, kami disana adalah orang orang yang mencintai persib tanpa minta di balas, tanpa minta di puji, tanpa minta dikasihani, kami orang-orang penuh harapan yang hanya ingin persib juara, setelah menunggu beberapa jam istirahat kami naik biss kembali untuk langsung ke stadion jaka baring palembang, kami dikawal polisi dan diatur keberangkatan dan perkumpulan nya, akhirnya kami sampai di daerah stadion, kami dikumpulkan di aquatic std tersebut, kami di beri arahan oleh mang yana bahkan ada ridwan kamil disitu, kami di semangati, semua bobotoh sepakat membuka atribut disana , berjalan menuju stadion penuh harapan, langkah demi langkah penuh doa , berdoa persib juara. tidak ada yang lebih pada doa kami hanya ingin persib juara , hanya itu . nyanyian demi nyanyian kami lantunkan, sorak kami keraskan, berjalan perlahkan , langkah demi langkah kami simpan penuh suka, dengan tidak berbusana. pintu gerbang tertera jelas stadion jakabaring, kami taksabar memasuki std ersebut, dengan penuh harap, keamanan mengharuskan kami mengeluarkan tiket, dan kami mengangkatnya tinggi, tiket tanda kecintaan kami terhadap persib bandung. setelah kami masuuk kami berdiri , sebelum kick off babak pertama kami siap siap umtuk merapatkan barisan untuk mendukung persib, dengan penuh rasaaa lagu yang pertama kami nyanyikan adlah lagu "PADAMU PERSIB" sembari mengangkatkan syal kebanggan kami, "padamuuuu persib kami berjanji padamu persib kami mengabdi. padamu persib kamu berbaktii, bagiiiiiiimu persib, JIWA RAGAAA, KAMIIII" lantunan demi lantunan kami nyanyikan penuh haru penuh rasaa, iyaaa rasa cinta terhadap persib. hingga ..... pada akhirnya (bersambung)